
PKPI juga bisa sebagai satu alternatif bagi masyarakat di
tengah kekecewaan atas kinerja dan tindak-tanduk partai politik (parpol) yang
cenderung lupa masyarakat seperti sekarang ini.
"Kita memiliki peluang emas untuk tampil sebagai
pilihan alternatif, di tengah gelombang kekecewaan rakyat terhadap semua partai
yang duduk di DPR sekarang. Hasil survei Indonesia Riset Center dan Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia mengungkapkan 21,1 persen pemilih menyatakan akan
mengubah pilihannya di Pemilu 2014 nanti. Ini memperjelas bahwa peluang kita
sangat terbuka," kata Ketua Umum PKPI Sutiyoso pada acara Musyawarah Kerja
Nasional (Mukernas) di Caringin, Bogo, Sabtu (29/6).
Mukernas yang di gelar selama tiga hari, tanggal 28-30 Juli
ini hadiri seluruh jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) seperti Sekjen PKPI
Yusuf Karta Negara, Wakil Sekjen Rully Soekarta, dan 1.300 Caleg yang merupakan
peserta Mukernas serta seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Sutiyoso meminta kepada kadernya agar peluang sebagai partai
alternatif jangan disia-siakan. Para kader harus turun ke rakyat, lakukan
pendekatan yang cerdas, dan tampilkan program yang menyentuh rakyat.
"Perbanyak komunikasi langsung dengan masyarakat,
gunakan bahasa rakyat yang simple dan sederhana. Kita adalah partai yang
cerdas, memiliki pemimpin yang kuat dan konsisten menegakkan keadilan dan persatuan
di semua bidang kehidupan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Dia juga menegaskan sejak pertama berdiri tahun 1999 lalu,
PKPI adalah partai bersih. Tidak ada kader yang terlibat korupsi. PKPI juga
tidak punya wakil-wakil di penjara seperti partai yang ada di DPR saat ini.
Bahkan hasil penelitian Lembaga Pemilih Indonesia menyatakan PKPI adalah partai
peserta pemilu 2014 yang paling bersih dari korupsi.
"Kita harus menyakinkan rakyat bahwa para koruptor
telah berkhianat kepada kedaulatan rakyat. Mereka tidak layak dipilih lagi.
Sekarang ini, 90 persen orang yang sama dari partai yang sama telah dicalonkan
kembali. Apakah rakyat akan kita biarkan terkecoh dan tertipu lagi untuk
kesekian kalainya oleh partai-partai itu? PKPI harus tampil ke depan untuk
menjelaskan bahwa kita menjadi pilihan baru yang tepat dan tidak mengecewakan
rakyat," tutur mantan Wadanjen Kopassus ini.
Dia menegaskan kehadiran PKPI tidak mau menambah beban
rakyat terhadap keberadaan parpol saat ini. PKPI akan menjadi partai yang
berbeda dengan parpol yang ada sekarang yaitu bersih, jujur, dan
berkarakter. "Kita harus mampu memberikan pendidikan politik yang
sehat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bukan membawa kebingungan serta
pembodohan terhadap rakyat," tegasnya.