MANADO - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia,
Sutiyoso, Rabu (9/10) kemarin, disambut tarian Kabasaran. Bang Yos,
sapaan akrab gubernur yang mengalami lima kali pergantian presiden ini,
tampak bahagia ketika tiba di bandara Sam Ratulangi.
Ia menyapa para pendukung yang menjemputnya di Bandara Sam Ratulangi
Manado.
Caleg PKP Indonesia ke DPR-RI Dapil Sulut Revli Orelius
Mandagie saat dihubungi Manado Post, mengaku apresiasi sambutan yang
disiapkan panitia untuk menjemput Sutiyoso. Apalagi dengan
ditampilkannya tarian Kabasaran Minahasa. ‘’Ini merupakan suatu
penghargaan terhadap kearifan budaya Minahasa,’’ ujar Mandagie yang juga
putra Tombulu.
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP)
Indonesia Sutiyoso ketika diwawancarai di sela-sela acara pembekalan
Caleg PKP Indonesia di Arya Duta Hotel, kemarin, mengatakan, ia keliling
Indonesia dalam rangka memberikan pembekalan kepada Caleg PKPI di
seluruh Indonesia. ‘’Ini merupakan bagian penting bagi safari saya.
Dalam pembekalan ini, diharapkan para caleg itu tahu apa yang akan
dilakukan untuk memenangkan Pemilu 2014 nanti, juga para caleg harus
paham betul ketentuan yang berlaku. Apa yang akan dilakukan dan apa yang
tidak boleh dilakukan,” terang Bang Yos.
Semua Caleg mempunyai
segmen sendiri, situasi dan kondisi semua daerah tidak sama jadi perlu
ada penyesuaian. “Memang caleg itu harus door to door, tapi tidak cukup
untuk itu, harus lebih memberikan perhatian yang khusus kepada
masyarakat,” terang Bang Yos.
Lanjutnya, Caleg khususnya di
Sulut, harus membangun sinergi antara Caleg DPR-RI, DPRD Provinsi, dan
DPRD Kabupaten/Kota. “Harus berkolaborasi jangan sampai saling
menjatuhkan,” ujarnya.
Terkait pembiayaan Caleg PKPI, Bang Yos
menerangkan setiap caleg yang maju dalam Pemilu saat ini tidak dipungut
biaya. Namun untuk pencalonan dalam rangka mensosialisasikan dirinya
dalam kampanye, biaya sendiri. “Namanya caleg harus berani biaya
sendiri. PKPI adalah parpol yang paling murah hati karena pada saat
pendaftaran caleg tidak ada pembayaran,” katanya.
‘’Pada
dasarnya kita membangun partai bukan untuk mencari keuntungan, tetapi
Ikut berpartisipasi membangun negeri ini,’’ tambahnya.
Lanjut
Bang Yos, terkait konsolidasi Capres, Ia menerangkan sangat tergantung
nanti, berapa hasil suara Pemilu PKPI 2014. “Dipastikan PKPI harus
koalisi, mungkin satu atau dua parpol saja bisa,” ujarnya. Lanjut mantan
Komandan Kopasus ini, PKPI mau koalisi dengan siapa saja, namun ada
hitungannya. “Memang pencalonan saya berdasarkan hasil musyawarah kerja
nasional (Mukernas),” tukas pria murah senyum ini.
Jelasnya,
perlu diingat bahwa PKPI maju dengan korps PKP itu, terdiri dari 13
parpol, baik parpol peserta Pemilu 2009 dan parpol yang baru. Namun
kekuatannya kalau dihitung dari 2009 hingga 6,7 persen. “Karena itu,
saya optimis mendapatkan suara sesuai harapan,” tutup Bang Yos
didampingi Revli Orelius Mandagie dan Caleg PKP Indonesia lainnya.
Mandagie
menambahkan, Bang Yos banyak disukai pemilih. ‘’Karena Bang Yos
berhasil membangkitkan Jakarta dari puing-puing kehancuran setelah
kerusuhan peristiwa Jakarta berdarah pada Mei 1998,’’ jelas Mandagie.
Sutiyoso
sendiri lanjut Mandagie, merupakan seorang gubernur yang mengalami lima
kali pergantian presiden. Mengawali gubernur di masa ujung Orde Baru
sampai masa reformasi. ‘’Beliau the riel field general. Tegas berani dan
pantang menyerah,’’ jelas Mandagie.
Sementara itu Ketua PKPI
Sulut Saul Pantow menjelaskan, kedatangan Bang Yos ke Manado, untuk
membekali para Caleg DPR-RI Dapil Sulut, Caleg DPRD Provinsi, dan Caleg
Kabupaten/Kota, bagaimana nanti strategi ke depan untuk mendapatkan
kursi dewan. ‘’Khususnya yang perlu disampaikan adalah aturan, bagaimana
para caleg harus menaati aturan yang berlaku,” terang Pantow.
Pimpinan
partai membekali Caleg tiap Dapil, bagaimana strategi mendapatkan kursi
perdapil. Lanjutnya, target nasional, provinsi, dan kabupaten/kota
mendapatkan satu kursi perdapil. “Kecuali untuk Bitung, targetnya dua
kursi baik DPRD Sulut maupun DPRD Kota Bitung,” tukas pria berkaca mata
ini.
Namun untuk mendapatkan kursi tersebut, masing-masing caleg
harus ada usaha, minimal yang diutamakan pendekatan terhadap pemilih.
Harus ada pendekatan dengan masyarakat.
Sebelum penutupan
pembekalan Caleg, Bang Yos bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKPI
Sulut, makan malam di Wahaha Resto di kawasan Mega Mall Manado. Dengan
lahap capres PKPI ini menyantap makanan khas Minahasa itu.
Tak hanya
mencicipi santapan di Wahaha, Bang Yos juga lanjut ke rumah kopi Rike.
Bersama rombongan, langsung disambut owner Kopi Rike dan pelayan yang
ada dengan menyuguhkan kopi susu dan pisang goroho yang enak dan lezat.
Wajah ceria tergambar saat Bang Yos mencicipi pisang goroho dengan
secangkir kopi susu. Tak hanya itu, pelanggan yang saat itu sementara
menikmati menu di Rike ini, langsung respon dengan meminta foto bersama
capres yang punya komitmen ini.
Mengakhiri kegiatannya hari ini,
pria yang menahkodai partai lambang burung serta padi dan kapas ini,
menutup kegiatan pembekalan caleg dengan tema Sukses Pemilu 2014.
Tampilkan postingan dengan label berita daerah pkpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita daerah pkpi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 Oktober 2013
Selasa, 24 September 2013
Sutiyoso : Krisis Multidimensi Harus Dicarikan Solusinya
Cimahi - Negeri ini mengalami krisis yang multidemnsional, sejak 15 tahun reformasi digulirkan Mei 1998 lalu, hal itu terjadi karena masyarakat Indonesia banyak yang berpikiran seperti negeri liberal, yang cenderung memikirkan dirinya sendiri. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Letjen (Purn) Sutiyoso, saat melakukan silaturahmi dengan para pensiunan TNI/Polri di DPC Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Kota Cimahi, Sabtu ( 21/9)
Dikatakan Sutiyoso, diakhir masa Orde Baru hanya terjadi krisis ekonomi yang berimbas pada krisis politik, namun saat ini sejak reformasi krisis multidimensi sedang dialami oleh bangsa Indonesia. Faktanya, masyarakat jadi lebih banyak mementingkan dirinya sendiri, terjadi perkelahian karena perbedaan. “Para politisi juga berpikir tak jauh beda, mereka lebih mementingkan dirinya sendiri dan partainya, sementara rakyat membutuhkan para politisi yang mau mendengar apa yang menjadi kebutuhan rakyat,” terangnya.
Karenanya, Sutiyoso mengajak kepada semua politisi yang ada untuk melakukan hal-hal yang terhormat, karena rakyat sangat membutuhkan para politisi yang menjadi anggota legislatif atau eksekutif untuk lebih berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keadilan dengan cara-cara yang terhormat. “Negara kita harus menjadi Negara yang kuat disemua bidang sehingga disegani oleh Negara lain, termasuk Negara adidaya, “ ucapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pepabri Anindya Darmanto mengatakan, Sutiyoso atau yang lebih dikenal dengan Bang Yos bisa menangani krisis multidimensi yang telah lama belum terselesaikan di negeri ini. LBH Pepabri juga meminta agar Sutiyoso bisa mencari solusi atas permasalahan nasib para purnawirawan penghuni rumah dinas golongan II B yang seringkali tergusur sewenang-wenang oleh oknum Kepala Satuan TNI/Polri yang tidak bertanggungjawab.
Anindya juga menyampaikan, LBH Pepabri mengharapkan Sutiyoso jika terpilih jadi Presiden dapat melaksanakan program kemaslahatan bagi kesejahteraan purnawirawan dan semua lapisan masyarakat diantaranya mencari solusi sengketa rumah dinas TNI/Polri antara purnawirawan dan yang masih aktif. “Kami juga berharap supaya ada modernisas rumah sakit militer dengan peralatan dan obat-obatan yang berkualitas baik, terutama bagi pengguna Askes atau masyarakat miskin,” bebernya.
LBH Pepabri juga meminta kepada Sutiyoso jika terpilih menjadi Presdien supaya bisa menggulirkan program dana asuransi jiwa yang memadai kepada keluarga TNI yang gugur di medan pertempuran, atau keluarga Polri yang tertembak oleh teroris atau penjahat lainnya. “Kami berharap ada santunan setidaknya lebih dari Rp 500 Juta untuk mereka, supaya para janda prajurit atau keluarganya yang menjadi anak yatim piatu terjamin masa depannya dikemudian hari,” pungkasnya. (Bubun M)
[BEDAnews]
Dikatakan Sutiyoso, diakhir masa Orde Baru hanya terjadi krisis ekonomi yang berimbas pada krisis politik, namun saat ini sejak reformasi krisis multidimensi sedang dialami oleh bangsa Indonesia. Faktanya, masyarakat jadi lebih banyak mementingkan dirinya sendiri, terjadi perkelahian karena perbedaan. “Para politisi juga berpikir tak jauh beda, mereka lebih mementingkan dirinya sendiri dan partainya, sementara rakyat membutuhkan para politisi yang mau mendengar apa yang menjadi kebutuhan rakyat,” terangnya.
Karenanya, Sutiyoso mengajak kepada semua politisi yang ada untuk melakukan hal-hal yang terhormat, karena rakyat sangat membutuhkan para politisi yang menjadi anggota legislatif atau eksekutif untuk lebih berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keadilan dengan cara-cara yang terhormat. “Negara kita harus menjadi Negara yang kuat disemua bidang sehingga disegani oleh Negara lain, termasuk Negara adidaya, “ ucapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pepabri Anindya Darmanto mengatakan, Sutiyoso atau yang lebih dikenal dengan Bang Yos bisa menangani krisis multidimensi yang telah lama belum terselesaikan di negeri ini. LBH Pepabri juga meminta agar Sutiyoso bisa mencari solusi atas permasalahan nasib para purnawirawan penghuni rumah dinas golongan II B yang seringkali tergusur sewenang-wenang oleh oknum Kepala Satuan TNI/Polri yang tidak bertanggungjawab.
Anindya juga menyampaikan, LBH Pepabri mengharapkan Sutiyoso jika terpilih jadi Presiden dapat melaksanakan program kemaslahatan bagi kesejahteraan purnawirawan dan semua lapisan masyarakat diantaranya mencari solusi sengketa rumah dinas TNI/Polri antara purnawirawan dan yang masih aktif. “Kami juga berharap supaya ada modernisas rumah sakit militer dengan peralatan dan obat-obatan yang berkualitas baik, terutama bagi pengguna Askes atau masyarakat miskin,” bebernya.
LBH Pepabri juga meminta kepada Sutiyoso jika terpilih menjadi Presdien supaya bisa menggulirkan program dana asuransi jiwa yang memadai kepada keluarga TNI yang gugur di medan pertempuran, atau keluarga Polri yang tertembak oleh teroris atau penjahat lainnya. “Kami berharap ada santunan setidaknya lebih dari Rp 500 Juta untuk mereka, supaya para janda prajurit atau keluarganya yang menjadi anak yatim piatu terjamin masa depannya dikemudian hari,” pungkasnya. (Bubun M)
[BEDAnews]
Rabu, 28 Agustus 2013
Bang Yos Bekali Caleg PKPI di Sumsel
PALEMBANG - Ketua Umum Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
Sutiyoso (Bang Yos) dijadwalkan hadir untuk memberikan pembekalan bagi
seluruh caleg DPR, DPRD provinsi hingga kabupaten/ kota di
Sumsel, pada acara Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PKPI Sumsel,
hari ini di Palembang. Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sumsel
Novembriono mengatakan, pelaksanaan Mukerprov yang rencananya akan
digelar di Hotel Graha Sriwijaya, Palembang itu mengangkat tema “Pantang
Menyerah Demi Persatuan”, dan pelaksanaannya diharapkan dapat semakin
menguatkan fondasi struktural partai bernomor urut 15 pada Pemilu 2014
mendatang ini.
”Kehadiran Ketua Umum (Bang Yos) di Palembang, diharapkan dapat memberikan imunitas dan spririt baru bagi kader, caleg serta segenap pengurus PKPI di Sumsel,” kata Novembriono kemarin. Selain itu, momentum pelaksanan Mukerprov ini juga dapat dimanfaatkan seluruh caleg dan pengurus PKPI di Sumsel untuk lebih menguatkan infrastruktur partai.
Sehingga, bagi para caleg PKPI sendiri, bisa mendapatkan sebuah strategi baru untuk dapat bekerja lebih demi menyentuh langsung pemilih dan menarik perhatian pemilih, baik pemilih pemula maupun pemilih pada umumnya. ”Saya yakin PKPI dapat diterima oleh pemilih pemula, karena partai ini cenderung bersih. Hingga saat ini, belum ada catatan buruk, wakil kami di lembaga legislatif mana pun yang terkena sanksi moral,” ujar Novembriono pula.
Secara rasional, kata dia, memang ada beberapa daerah pemilihan (dapil) di Sumsel, dimana PKPI tak memiliki kekuatan secara utuh. Meski demikian, ada juga beberapa dapil di Sumsel yang diyakini mampu menjadi lumbung suara PKPI, seperti di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Lahat, Muara Enim, dan Kota Prabumulih.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Mukerprov PKPI Sumsel Asmoensi Asyik mengatakan, secara teknis, pelaksanaan Mukerprov sendiri akan membahas secara rinci, upaya penguatan internal organisasi PKPI, selain pembekalan bagi seluruh caleg PKPI Sumsel di seluruh tingkatan.
Ketua bidang legislator, sekaligus Koordinator wilayah (Korwil) Sumsel, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Azhary Ali Agus mengatakan, pencapaian target perolehan suara yang ditetapkan PKPI pada Pemilu 2014 dapat dipenuhi dengan cara terus meningkatkan soliditas segenap pengurus serta unsur internal partai, serta penguatan kepengurusan partai hingga di tingkatan terendah.
”Kehadiran Ketua Umum (Bang Yos) di Palembang, diharapkan dapat memberikan imunitas dan spririt baru bagi kader, caleg serta segenap pengurus PKPI di Sumsel,” kata Novembriono kemarin. Selain itu, momentum pelaksanan Mukerprov ini juga dapat dimanfaatkan seluruh caleg dan pengurus PKPI di Sumsel untuk lebih menguatkan infrastruktur partai.
Sehingga, bagi para caleg PKPI sendiri, bisa mendapatkan sebuah strategi baru untuk dapat bekerja lebih demi menyentuh langsung pemilih dan menarik perhatian pemilih, baik pemilih pemula maupun pemilih pada umumnya. ”Saya yakin PKPI dapat diterima oleh pemilih pemula, karena partai ini cenderung bersih. Hingga saat ini, belum ada catatan buruk, wakil kami di lembaga legislatif mana pun yang terkena sanksi moral,” ujar Novembriono pula.
Secara rasional, kata dia, memang ada beberapa daerah pemilihan (dapil) di Sumsel, dimana PKPI tak memiliki kekuatan secara utuh. Meski demikian, ada juga beberapa dapil di Sumsel yang diyakini mampu menjadi lumbung suara PKPI, seperti di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Lahat, Muara Enim, dan Kota Prabumulih.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Mukerprov PKPI Sumsel Asmoensi Asyik mengatakan, secara teknis, pelaksanaan Mukerprov sendiri akan membahas secara rinci, upaya penguatan internal organisasi PKPI, selain pembekalan bagi seluruh caleg PKPI Sumsel di seluruh tingkatan.
Ketua bidang legislator, sekaligus Koordinator wilayah (Korwil) Sumsel, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Azhary Ali Agus mengatakan, pencapaian target perolehan suara yang ditetapkan PKPI pada Pemilu 2014 dapat dipenuhi dengan cara terus meningkatkan soliditas segenap pengurus serta unsur internal partai, serta penguatan kepengurusan partai hingga di tingkatan terendah.
Senin, 01 Juli 2013
Camel Petir Ramaikan Perebutan Kursi DPR
Jakarta - Salah satu artis seksi ikut bertarung dalam kontestasi pemilihan legislatif
2014. Meski sebelumnya ada yang sudah terpilih pada pemilu 2009 dan
maju lagi, ada pula yang benar-benar baru mencoba. Satu diantara partai
politik peserta pemilu 2014 yang memasang artis dalam
daftar calon anggota legislatif (caleg) adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.
Partai besutan Sutiyoso ini mengusung penyanyi dangdut yang lagunya sedang hits "CKC, Cuma Kamu Cin", Camelia Panduwinata Lubis. Camel Petir, begitu ia disapa, mengaku sudah sejak lama berniat terjun ke politik. Dia berkeinginan lebih memberdayakan perempuan. Untuk maju ke putaran persaingan itu, Camel juga mengaku tak berbekal macam-macam.
"Aku nggak punya budget, nggak punya uang banyak, aku cuma punya cinta dan niat yang tulus," ujar dia saat ditemui di sela-sela Mukernas PKPI di Caringin, Bogor, Minggu (30/6).
Artis yang sempat diberitakan gencar oleh infotainment karena lagu Hous Dangdutnya itu kini maju di daerah pemilihan Jakarta (Dapil) II. Meski Dapil di huni oleh para caleg incumbwen dan tokoh parpol besar sebagai dapil neraka. Camel mengaku tak merasa gentar, menghadapi semua pesaingnya tersebut. Bahkan dia juga siap menggentarkan pertarungan politik di dapil yang di huni para selebritis tersebut.
"Di dapil saya persaingannya berat, selain di dalam internal Parpol ada Daniel Hutapea Ketua Umum Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (P3I) yang bergabung dengan poros 14 Parpol di nomer 1, ada juga Dewan Pakar PKPI Panji Hadinoto di nomor urut 2" bebernya.
Sedangkan di luar Parpol, seperti Demokrat, Camel harus bersaing dengan HJ. Melani Laimena Wakil Ketua MPR, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nurwahid, Ketua DPP PDIP Eriko Sutraduga. Sedangkan dari Gerindra, Camel juga harus bersaing dengan tokoh betawi dan anak dari artis kawakan Biem Benjamin yang pernah maju jadi Calon Gubernur DKI Jakarta.
Selain Demokrat, PKS, PDIP dan Gerindra. Camel juga akan berhadapan dengan artis lainnya yang sangat kawakan di dapal yang sama seperti Dwiki Darmawan yang di usung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Okky Asokawati yang di usung Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Roy)
Kehadiran Camel Petir menambah deretan politisi artis seperti Nurul Arifin (Golkar), Rachel Maryam (Gerindra), Gita KDI (PKB), Rieke Dyah Pitaloka (PDIP), Venna Melinda, dan Inggrid Kansil (Demokrat) diantara deretan yang telah sukses menjadi legislator periode 2009-2014. Sejumlah nama itu, maju lagi dalam pemilu tahun depan.
Partai besutan Sutiyoso ini mengusung penyanyi dangdut yang lagunya sedang hits "CKC, Cuma Kamu Cin", Camelia Panduwinata Lubis. Camel Petir, begitu ia disapa, mengaku sudah sejak lama berniat terjun ke politik. Dia berkeinginan lebih memberdayakan perempuan. Untuk maju ke putaran persaingan itu, Camel juga mengaku tak berbekal macam-macam.
"Aku nggak punya budget, nggak punya uang banyak, aku cuma punya cinta dan niat yang tulus," ujar dia saat ditemui di sela-sela Mukernas PKPI di Caringin, Bogor, Minggu (30/6).
Artis yang sempat diberitakan gencar oleh infotainment karena lagu Hous Dangdutnya itu kini maju di daerah pemilihan Jakarta (Dapil) II. Meski Dapil di huni oleh para caleg incumbwen dan tokoh parpol besar sebagai dapil neraka. Camel mengaku tak merasa gentar, menghadapi semua pesaingnya tersebut. Bahkan dia juga siap menggentarkan pertarungan politik di dapil yang di huni para selebritis tersebut.
"Di dapil saya persaingannya berat, selain di dalam internal Parpol ada Daniel Hutapea Ketua Umum Partai Pekerja dan Pengusaha Indonesia (P3I) yang bergabung dengan poros 14 Parpol di nomer 1, ada juga Dewan Pakar PKPI Panji Hadinoto di nomor urut 2" bebernya.
Sedangkan di luar Parpol, seperti Demokrat, Camel harus bersaing dengan HJ. Melani Laimena Wakil Ketua MPR, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nurwahid, Ketua DPP PDIP Eriko Sutraduga. Sedangkan dari Gerindra, Camel juga harus bersaing dengan tokoh betawi dan anak dari artis kawakan Biem Benjamin yang pernah maju jadi Calon Gubernur DKI Jakarta.
Selain Demokrat, PKS, PDIP dan Gerindra. Camel juga akan berhadapan dengan artis lainnya yang sangat kawakan di dapal yang sama seperti Dwiki Darmawan yang di usung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Okky Asokawati yang di usung Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Roy)
Kehadiran Camel Petir menambah deretan politisi artis seperti Nurul Arifin (Golkar), Rachel Maryam (Gerindra), Gita KDI (PKB), Rieke Dyah Pitaloka (PDIP), Venna Melinda, dan Inggrid Kansil (Demokrat) diantara deretan yang telah sukses menjadi legislator periode 2009-2014. Sejumlah nama itu, maju lagi dalam pemilu tahun depan.
Minggu, 30 Juni 2013
PKPI Pilihan Alternatif
Bogor - Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) menawarkan diri
sebagai partai alternatif yang harus dipilih oleh masyarakat dalam pemilu 2014
mendatang. Alasannya, PKPI adalah partai bersih yang kadernya tidak ada satupun
yang tersangkut kasus korupsi, baik di pusat maupun di daerah.
PKPI juga bisa sebagai satu alternatif bagi masyarakat di
tengah kekecewaan atas kinerja dan tindak-tanduk partai politik (parpol) yang
cenderung lupa masyarakat seperti sekarang ini.
"Kita memiliki peluang emas untuk tampil sebagai
pilihan alternatif, di tengah gelombang kekecewaan rakyat terhadap semua partai
yang duduk di DPR sekarang. Hasil survei Indonesia Riset Center dan Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia mengungkapkan 21,1 persen pemilih menyatakan akan
mengubah pilihannya di Pemilu 2014 nanti. Ini memperjelas bahwa peluang kita
sangat terbuka," kata Ketua Umum PKPI Sutiyoso pada acara Musyawarah Kerja
Nasional (Mukernas) di Caringin, Bogo, Sabtu (29/6).
Mukernas yang di gelar selama tiga hari, tanggal 28-30 Juli
ini hadiri seluruh jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) seperti Sekjen PKPI
Yusuf Karta Negara, Wakil Sekjen Rully Soekarta, dan 1.300 Caleg yang merupakan
peserta Mukernas serta seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Sutiyoso meminta kepada kadernya agar peluang sebagai partai
alternatif jangan disia-siakan. Para kader harus turun ke rakyat, lakukan
pendekatan yang cerdas, dan tampilkan program yang menyentuh rakyat.
"Perbanyak komunikasi langsung dengan masyarakat,
gunakan bahasa rakyat yang simple dan sederhana. Kita adalah partai yang
cerdas, memiliki pemimpin yang kuat dan konsisten menegakkan keadilan dan persatuan
di semua bidang kehidupan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Dia juga menegaskan sejak pertama berdiri tahun 1999 lalu,
PKPI adalah partai bersih. Tidak ada kader yang terlibat korupsi. PKPI juga
tidak punya wakil-wakil di penjara seperti partai yang ada di DPR saat ini.
Bahkan hasil penelitian Lembaga Pemilih Indonesia menyatakan PKPI adalah partai
peserta pemilu 2014 yang paling bersih dari korupsi.
"Kita harus menyakinkan rakyat bahwa para koruptor
telah berkhianat kepada kedaulatan rakyat. Mereka tidak layak dipilih lagi.
Sekarang ini, 90 persen orang yang sama dari partai yang sama telah dicalonkan
kembali. Apakah rakyat akan kita biarkan terkecoh dan tertipu lagi untuk
kesekian kalainya oleh partai-partai itu? PKPI harus tampil ke depan untuk
menjelaskan bahwa kita menjadi pilihan baru yang tepat dan tidak mengecewakan
rakyat," tutur mantan Wadanjen Kopassus ini.
Dia menegaskan kehadiran PKPI tidak mau menambah beban
rakyat terhadap keberadaan parpol saat ini. PKPI akan menjadi partai yang
berbeda dengan parpol yang ada sekarang yaitu bersih, jujur, dan
berkarakter. "Kita harus mampu memberikan pendidikan politik yang
sehat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bukan membawa kebingungan serta
pembodohan terhadap rakyat," tegasnya.
PKPI Bertekad Perjuangkan Hak Orang Kecil
Bogor - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia, Sutiyoso, menilai bangsa ini belum sepenuhnya memerhatikan
nasib kaum kecil, terlantar dan terpinggirkan.
Ia menyatakan, persepsi pemerintah atas nasib orang kecil harus diubah. "Pemerintah bukanlah tuan atas negeri ini tetapi pelayan yang mensejahterahkan rakyat kecil yang menjadi empunya negara," katanya, Minggu (30/6).
Karenanya, pria yang karib disapa Bang Yos, itu menyatakan, PKPI ingin memerjuangkan nasib orang-orang kecil ini. "Semua mereka yang teraniaya, ereka yang menjadi tuan atas negeri ini, bukan pemerintah," ujar Bang Yos.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, itu menilai pemerintah juga selalu keliru dalam pendekatan terhadap orang kecil. Misalnya, ia mencontohkan, kekerasan masih digunakan untuk mengusir para pedagang kaki lima dan kaum kecil lainnya.
Karenanya, kata Bang Yos, PKPI menginginkan supaya pendekatan yang dilakukan pada kaum kecil adalah kemanusiaan. "Pendekatan dalam menertibkan pedagang harus dengan pendekatan kemanusiaan. Hak-hak pedagang kaki lima harus dihargai, meski tata kota juga harus dilakukan," ujarnya.
Bang Yos menambahkan, negara harus menjamin bahwa setiap warga negara bisa bertumbuh dan berkembang sebagai manusia yang bermartabat. Cara yang bermartabat diantaranya, pemda harus menyiapkan panti sosial yang manusiawi bagi mereka yang terlantar. "Karena mereka harus diurus negara," tegasnya.
Selain itu, Bang Yos juga menilai persoalan sosial di Jakarta sudah sangat miris. PKPI mengharapkan, Pemprov DKI Jakarta harus lebih peduli pada persoalan sosial. Arah pembangunan DKI harus menuju pada penghargaan harkat dan martabat manusia. "Karena prinsipnya, rakyat yang memiliki kedaulatan atas negara, bukan pemerintah," pungkasnya.
Ia menyatakan, persepsi pemerintah atas nasib orang kecil harus diubah. "Pemerintah bukanlah tuan atas negeri ini tetapi pelayan yang mensejahterahkan rakyat kecil yang menjadi empunya negara," katanya, Minggu (30/6).
Karenanya, pria yang karib disapa Bang Yos, itu menyatakan, PKPI ingin memerjuangkan nasib orang-orang kecil ini. "Semua mereka yang teraniaya, ereka yang menjadi tuan atas negeri ini, bukan pemerintah," ujar Bang Yos.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, itu menilai pemerintah juga selalu keliru dalam pendekatan terhadap orang kecil. Misalnya, ia mencontohkan, kekerasan masih digunakan untuk mengusir para pedagang kaki lima dan kaum kecil lainnya.
Karenanya, kata Bang Yos, PKPI menginginkan supaya pendekatan yang dilakukan pada kaum kecil adalah kemanusiaan. "Pendekatan dalam menertibkan pedagang harus dengan pendekatan kemanusiaan. Hak-hak pedagang kaki lima harus dihargai, meski tata kota juga harus dilakukan," ujarnya.
Bang Yos menambahkan, negara harus menjamin bahwa setiap warga negara bisa bertumbuh dan berkembang sebagai manusia yang bermartabat. Cara yang bermartabat diantaranya, pemda harus menyiapkan panti sosial yang manusiawi bagi mereka yang terlantar. "Karena mereka harus diurus negara," tegasnya.
Selain itu, Bang Yos juga menilai persoalan sosial di Jakarta sudah sangat miris. PKPI mengharapkan, Pemprov DKI Jakarta harus lebih peduli pada persoalan sosial. Arah pembangunan DKI harus menuju pada penghargaan harkat dan martabat manusia. "Karena prinsipnya, rakyat yang memiliki kedaulatan atas negara, bukan pemerintah," pungkasnya.
Sabtu, 25 Mei 2013
PKPI Makassar Target Lima Besar di Pileg
Makassar - Dewan Pimpinan Provinsi Partai Keadilan dan
Persatuan Indonesia (DPP-PKPI) Sulsel menargetkan berada di posisi lima
besar sebagai peraih suara terbanyak pada pemilihan legislatif 2014
mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Ketua OKK Dewan Pimpinan Provinsi (DPP PKPI) Sulsel, Muhammad Arkam, Kamis (23/5).
Menurutnya, target tersebut diinginkan karena melihat figur atau bakal calon legislatif yang bertarung di 11 dapil yang tersebar di Sulsel rata-rata memiliki kemampuan dan kualitas yang mempuni. Khususnya keberadaan massa yang merata dimiliki setiap calon di wilayah pemilihannya.
"Sebagaimana amanah partai, kami menargetkan mendapat 11 kursi atau satu kursi di setiap daerah pemilihan," ujar Arkam.
Disinggung perihal keberadaan partai politik lainnya seperti Golkar dan Demokrat, dia mengatakan, kedua partai tersebut juga tidak bisa diremehkan.
Karena dipastikan kader yang mereka dorong juga pasti sudah teruji. Bahkan rata-rata mereka mendorong figur yang telah terpilih sebelumnya menjadi legislator di DPRD.
"Ya, paling tidak kita bisa berada di posisi lima besar dibandingkan dengan partai sekaliber Golkar, Demokrat, PPP dan sebagainya," katanya.
Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya telah merampungkan berkas 85 calon anggota legislatifnya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tersebar di 11 dapil dan rata-rata telah terpenuhi hingga 100%.
Ketua PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin, mengatakan, sebelumnya, PKPI kewalahan menjadi figur untuk memenuhi kekuarang calegnya sebanyak empat orang untuk dua daerah pemilihan, yakni daerah pemilihan VII yakni Kabupaten Bone sebanyak 2 orang dan Dapil 8 untuk Wajo, Soppeng dua orang.
"Namun, semua yang menjadi kendala selama ini telah terpenuhi," kataya.
Legislator DPRD Sulsel itu menegaskan, dengan terpenuhinya kuota tersebut, partainya optimis bisa berada di urutan lima besar peroleh suara terbanyak di Sulsel.
Hal tersebut diungkapkan Ketua OKK Dewan Pimpinan Provinsi (DPP PKPI) Sulsel, Muhammad Arkam, Kamis (23/5).
Menurutnya, target tersebut diinginkan karena melihat figur atau bakal calon legislatif yang bertarung di 11 dapil yang tersebar di Sulsel rata-rata memiliki kemampuan dan kualitas yang mempuni. Khususnya keberadaan massa yang merata dimiliki setiap calon di wilayah pemilihannya.
"Sebagaimana amanah partai, kami menargetkan mendapat 11 kursi atau satu kursi di setiap daerah pemilihan," ujar Arkam.
Disinggung perihal keberadaan partai politik lainnya seperti Golkar dan Demokrat, dia mengatakan, kedua partai tersebut juga tidak bisa diremehkan.
Karena dipastikan kader yang mereka dorong juga pasti sudah teruji. Bahkan rata-rata mereka mendorong figur yang telah terpilih sebelumnya menjadi legislator di DPRD.
"Ya, paling tidak kita bisa berada di posisi lima besar dibandingkan dengan partai sekaliber Golkar, Demokrat, PPP dan sebagainya," katanya.
Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya telah merampungkan berkas 85 calon anggota legislatifnya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tersebar di 11 dapil dan rata-rata telah terpenuhi hingga 100%.
Ketua PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin, mengatakan, sebelumnya, PKPI kewalahan menjadi figur untuk memenuhi kekuarang calegnya sebanyak empat orang untuk dua daerah pemilihan, yakni daerah pemilihan VII yakni Kabupaten Bone sebanyak 2 orang dan Dapil 8 untuk Wajo, Soppeng dua orang.
"Namun, semua yang menjadi kendala selama ini telah terpenuhi," kataya.
Legislator DPRD Sulsel itu menegaskan, dengan terpenuhinya kuota tersebut, partainya optimis bisa berada di urutan lima besar peroleh suara terbanyak di Sulsel.
2014 PKPI Partai yang didukung dan dipercaya masyarakat Jambi
Tanjab Barat - Ketua partai Persatuan
Keadilan Indonesia Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Amir mengaku
optimisi partainya akan mendapat dukungan penuh dari warga Tanjabbar.
“Kami optimis akan merebut hati pemilih pada 2014 nanti. Kami yakin warga Tanjab Barat akan percaya dan mendukung PKPI. Karena PKPI bukan partai penuh janji, yang menjanjikan sesuatu hal yang muluk-muluk. Kami hanya berjanji akan berusaha berbuat sebaik mungkin untuk kemajuan Kabupaten ini ke depan, bagaimana warga di Kabupaten agar dapat hidup lebih sejahtera dari sebelumnya,” kata Amir saat ditemui dikantornya, Kamis (23/05) kemarin.
Wakil dari PKPI yang duduk nantinya di DPRD Tanjab Barat, kata Amir, kami minta tetap menampung aspirasi dan menyampaikan serta memperjuangkan aspirasi tersebut, meski aspirasi itu bukan berasal dari dapilnya. “Perwakilan PKPI di dewan nanti diharapkan jangan hanya mementingkan diri sendiri. Ingat mereka dapat duduk di sana karena dipilih oleh rakyat. Jadi perwakilan PKPI yang duduk nantinya juga harus tetap mendahulukan kepentingan rakyat, diatas kepentingan pribadi,” tegasnya.
Amir berharap partai PKPI, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dapat menjadi partai yang dipercaya dan mendapat dukungan penuh dari warga Tanjab Barat pada 2014 mendatang.
[ganasnews.com]
“Kami optimis akan merebut hati pemilih pada 2014 nanti. Kami yakin warga Tanjab Barat akan percaya dan mendukung PKPI. Karena PKPI bukan partai penuh janji, yang menjanjikan sesuatu hal yang muluk-muluk. Kami hanya berjanji akan berusaha berbuat sebaik mungkin untuk kemajuan Kabupaten ini ke depan, bagaimana warga di Kabupaten agar dapat hidup lebih sejahtera dari sebelumnya,” kata Amir saat ditemui dikantornya, Kamis (23/05) kemarin.
Wakil dari PKPI yang duduk nantinya di DPRD Tanjab Barat, kata Amir, kami minta tetap menampung aspirasi dan menyampaikan serta memperjuangkan aspirasi tersebut, meski aspirasi itu bukan berasal dari dapilnya. “Perwakilan PKPI di dewan nanti diharapkan jangan hanya mementingkan diri sendiri. Ingat mereka dapat duduk di sana karena dipilih oleh rakyat. Jadi perwakilan PKPI yang duduk nantinya juga harus tetap mendahulukan kepentingan rakyat, diatas kepentingan pribadi,” tegasnya.
Amir berharap partai PKPI, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dapat menjadi partai yang dipercaya dan mendapat dukungan penuh dari warga Tanjab Barat pada 2014 mendatang.
[ganasnews.com]
PKPI Minahasa Daftarkan 40% Bacaleg Perempuan
MINAHASA TONDANO: Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia (PKPI) Minahasa pada Rabu (22/05), telah resmi mendaftarkan 35
Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke KPUD Minahasa.
Berkas
Bacaleg diantar langsung oleh Ketua DPK PKPI Minahasa, Bart Y.K. Senduk
didampingi Sekretaris DPK PKPI Minahasa, Ferdinand Didi Rau dan Ketua
Bappilu PKPI Minahasa, Stanly F. Mewengkang, beserta jajaran pengurus
lainnya yang dikawal langsung para Bacaleg.
Menariknya, dari
seluruh Parpol peserta Pemilu 2014, PKPI Minahasa memasukkan daftar
Bacaleg yang memprioritaskan 40% keterwakilan perempuan, dengan jumlah
15 orang. Bahkan dari 100% atau 35 Bacaleg di empat daerah pemilihan
(dapil) yang didaftarkan, ada 2 dapil yang menempatkan perempuan sebagai
Bacaleg nomor urut satu. Tak hanya itu, dari seluruh bacaleg yang
dimasukkan, terdaftar pula bacaleg paling muda yang menempati nomor urut
satu adalah figur perempuan, yakni berusia 27 tahun.
"Bacaleg 35 orang
yang kami daftarkan, semuanya telah melalui hasil seleksi secara
demokratis dan terbuka, sesuai dengan mekanisme internal partai", kata
Ketua DPK PKPI Minahasa, Bart Y.K.
Senduk melalui Ketua Bappilu
PKPI Minahasa, Stanly F. Mewengkang, saat konferensi pers di kantor
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa. "Kami bersyukur, karena PKPI
Minahasa, ternyata sangat diminati kaum perempuan, untuk itu adalah
wajar apresiasi 40% keterwakilan perempuan kami prioritaskan dalam
daftar Bacaleg", ungkap Stanly F. Mewengkang yang juga Ketua Barisan
Muda PKPI Minahasa.
Menurut Mewengkang, komposisi 35 orang bacaleg PKPI Minahasa
yang didaftarkan, tidak ada perubahan yang signifikan. Hanya, ada
bacaleg yang meminta untuk berpindah daerah pemilihan. Nama-nama bacaleg
lain, masih tetap sama seperti daftar sebelumnya. Penyerahan daftar
Bacaleg PKPI Minahasa ini, menurut Mewengkang diserahkan langsung oleh
Ketua DPK PKPI Minahasa, Bart Y.K. Senduk dan Sekretaris DPK PKPI
Minahasa, Ferdinand Didi Rau, yang diterima Kasubbag Teknis, KPU
Minahasa, Jerry Oroh,SE.
PKPI : PEMKAB GUNUNGKIDUL TAK PEDULIKAN NASIB PETANI PENGGARAP LAHAN KEHUTANAN
Wonosari - Ketua
Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
(PKPI), Bambang Eko Wasisto menganggap Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,
tidak mempunyai kepedulian terhadap nasib para petani penggarap tanah
milik Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun).
"Petani
di wilayah Giri Suko Panggang, Suru Lanang, Karang Asem nasibnya kini
memprihatinkan. Para petani penggarap lahan kehutanan tersebut mengeluh
karena kesejahteraanya menurun akibat lahan yang biasa mereka tanami
kini tidak lagi bisa mencukupi kebutuhan. Luas lahan semakin mengecil
menyempit seiring tumbuhan tanaman hutan yang semakin besar. Hutan
Kemasyarkatan (HKM) kan sebagai program kegiatan pelestarian hutan
Negara, apa kalau pelestarianya sudah selesai, mereka hanya dibiarkan
lapar?" kata Bambang, Jumat (24/5/2013).
Menanggapi hal itu Kepala bidang (Kabid) Kehutanan Dishutbun Kabupaten Gunungkidul, Benny Silalahi berharap agar para petani bersikap kreatif dalam menyikapi hal tersebut.
Menanggapi hal itu Kepala bidang (Kabid) Kehutanan Dishutbun Kabupaten Gunungkidul, Benny Silalahi berharap agar para petani bersikap kreatif dalam menyikapi hal tersebut.
"Hutan
sepenuhnya sudah dikelola masyarakat sekitar kawasan, dan hasilnya juga
dinikmati masyarakat. Ya kalau tanaman di hutan kini sudah besar dan
lahan pertanian mereka otomatis menjadi sempit, ya harusnya mereka
bergerak ke luar kawasan. Dengan menanam empon-empon , ataupun menanam
Hijau Panganan Ternak (HMP). Jangan hanya terfokus pada lahan," ucapnya.
Benny
menambahkan, tanaman hutan milik negara sepenuhnya merupakan kewenangan
propinsi. "Kita tetap mendampingi masyarakat. Tetapi tentang kebijakan
aturan semuanya yang mengeluarkan langsung pusat. Yang jelas kita tidak
tinggal diam. Apa yang kami bisa juga sudah kita berikan untuk mengatasi
masalah pada masyarakat," tambahnya.
[sorotgunungkidul.com]
Maju 5 Caleg, PKPI Targetkan 3 Kursi Dewan
PURBALINGGA - DPC Partai Keadilan
dan Persatuan Indonesia (PKPI) Purbalingga, saat ini hanya mendaftarkan
lima caleg dalam Pileg 2014 mendatang, namun partai itu optimis mampu
meraih tiga kursi di DPRD Purbalingga.
Ketua DPC PKPI Purbalingga, Rawan Udi Purwito, Jumat (24/5), mengatakan dari delapan caleg yang didaftarkan pada tahap awal, hingga batas akhir perbaikan berkas daftar caleg sementara (DCS) 22 Mei lalu hanya menyisakan lima orang.
Hal itu karena seorang caleg dicoret atas nama Matin Madruroh karena usianya belum mencapai 21 tahun. Selain itu dua caleg mengundurkan diri, Dwi Kurniawan dan Rohwati dengan alasan tidak adanya dana.
"Untuk mendaftar ke partai tidak ada biaya sepeserpun. Mungkin pendanaan untuk personal seperti kampanye dan sebagainya," katanya.
Meskipun demikian pihaknya tetap optimis mampu meraih minimal tiga kursi dalam Pileg mendatang.
[suaramerdeka.com]
Ketua DPC PKPI Purbalingga, Rawan Udi Purwito, Jumat (24/5), mengatakan dari delapan caleg yang didaftarkan pada tahap awal, hingga batas akhir perbaikan berkas daftar caleg sementara (DCS) 22 Mei lalu hanya menyisakan lima orang.
Hal itu karena seorang caleg dicoret atas nama Matin Madruroh karena usianya belum mencapai 21 tahun. Selain itu dua caleg mengundurkan diri, Dwi Kurniawan dan Rohwati dengan alasan tidak adanya dana.
"Untuk mendaftar ke partai tidak ada biaya sepeserpun. Mungkin pendanaan untuk personal seperti kampanye dan sebagainya," katanya.
Meskipun demikian pihaknya tetap optimis mampu meraih minimal tiga kursi dalam Pileg mendatang.
[suaramerdeka.com]
Jumat, 17 Mei 2013
Kader PKPI Diminta Dukung Bibit
SALATIGA - Mantan Ketua Dewan
Pimpinan Kota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Salatiga
Petrus Yustinus Parito berharap kader partainya, merapatkan barisan
mendukung Bibit Waluyo dalam Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur
Jateng pada 26 Mei mendatang.
"Kami ini bukan partai yang ikut secara resmi mengusung Bibit, namun saya berharap kader PKPI Salatiga bersatu memberikan dukungan," ujarnya, Jumat (17/5).
Dukungan tersebut, menurutnya, akan sangat membantu terutama untuk di Salatiga. Apalagi di DPRD Salatiga, partai yang dipimpin Sutiyoso itu menempatakan tiga wakil dengan perolehan suara dalam Pemilihan Umum Legislatif 2009 sekitar 7.500. Setelah tidak lagi menjabat Ketua DPK PKPI Salatiga, jabatan yang ditinggalkannya dipegang Elysabeth Dwi Kurniasih, anggota Dewan yang juga putri Parito.
Dijelaskan, beberapa alasan dukungannya kepada Bibit. Parito mengungkapkan sejarah PKPI yang didirikan tokoh militer, Jendral (Purn) Edi Sudradjat dan Jendral (Purn) Try Sutrisno. Dengan kedekatan sejarah itulah, PKPI merasa lebih dekat dengan Bibit Waluyo yang juga merupakan purnawirawan militer.
Untuk Jateng, lanjutnya, sosok kandidat yang berlatarbelakang militer dinilai masih dibutuhkan. Pasalnya, Jateng merupakan 'sumbu' Jawa yang harus dijaga stabitas sosial dan keamanannya. Stabilitas sosial yang terjaga itu pula yang kini secara garis besar dirasakan masyarakat.
Alasan lainnya, Bibit dianggap cukup berhasil selama memimpin Jateng. Termasuk ketiadaan isu korupsi yang mendekatinya selama menjabat. "Saya melihat prestasi Bibit termasuk berhasil dengan membangun pemerintahan yang bagus, di bidang pertanian dan sebagainya. Selain itu orangnya juga sederhana," tandas Parito.
[suaramerdeka.com]
"Kami ini bukan partai yang ikut secara resmi mengusung Bibit, namun saya berharap kader PKPI Salatiga bersatu memberikan dukungan," ujarnya, Jumat (17/5).
Dukungan tersebut, menurutnya, akan sangat membantu terutama untuk di Salatiga. Apalagi di DPRD Salatiga, partai yang dipimpin Sutiyoso itu menempatakan tiga wakil dengan perolehan suara dalam Pemilihan Umum Legislatif 2009 sekitar 7.500. Setelah tidak lagi menjabat Ketua DPK PKPI Salatiga, jabatan yang ditinggalkannya dipegang Elysabeth Dwi Kurniasih, anggota Dewan yang juga putri Parito.
Dijelaskan, beberapa alasan dukungannya kepada Bibit. Parito mengungkapkan sejarah PKPI yang didirikan tokoh militer, Jendral (Purn) Edi Sudradjat dan Jendral (Purn) Try Sutrisno. Dengan kedekatan sejarah itulah, PKPI merasa lebih dekat dengan Bibit Waluyo yang juga merupakan purnawirawan militer.
Untuk Jateng, lanjutnya, sosok kandidat yang berlatarbelakang militer dinilai masih dibutuhkan. Pasalnya, Jateng merupakan 'sumbu' Jawa yang harus dijaga stabitas sosial dan keamanannya. Stabilitas sosial yang terjaga itu pula yang kini secara garis besar dirasakan masyarakat.
Alasan lainnya, Bibit dianggap cukup berhasil selama memimpin Jateng. Termasuk ketiadaan isu korupsi yang mendekatinya selama menjabat. "Saya melihat prestasi Bibit termasuk berhasil dengan membangun pemerintahan yang bagus, di bidang pertanian dan sebagainya. Selain itu orangnya juga sederhana," tandas Parito.
[suaramerdeka.com]
PKPI Kendari Tambah Caleg
Kendari - Tahapan perbaikan berkas
yang diberi KPU dimanfaatkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
(PKPI) Kota Kendari untuk menambah delapan caleg. Hal itu dilakukan
karena dari 35 kuota yang tersedia, partai itu hanya mengusung 27 orang
saja. Dengan penambahan tersebut, kuota 35 caleg terpenuhi.
Ketua DPK PKPI Kota Kendari, Abd Wahab mengungkapkan bila penambahan delapan Caleg dilakukan masing-masing dua caleg di Dapil Kendari-Kendari Barat, seorang caleg di Dapil II, III dan IV serta tiga orang di Dapil V. ''Khusus di Dapil IV Wuawua-Kadia sebenarnya sudah lengkap Caleg. Hanya saja setelah diteliti usianya tidak mencukupi yaitu hanya 20 tahun," kata Abd Wahab didampingi Sekretaris DPK PKPI Kota Kendari, Rahjulin.
Dengan adanya 8 caleg tambahan, Wahab meminta mereka untuk melengkapi administrasi sebelum batas perbaikan yaitu tanggal 22 Mei 2013. "Semua partai tentunya mengalami kesulitan yang sama dengan kami, khususnya mencari Caleg perempuan untuk memenuhi kuota 30 persen. Apalagi PKPI diinjure time baru dinyatakan lulus verifikasi. Meskipun demikian kami bersyukur karena tidak ada pengurus dan Caleg kami yang pindah partai," jelasnya.
Soal target, Wahab menargetkan peningkatan suara di PilCaleg 2014 nanti. Ia optimis setiap Dapil mampu meraih masing-masing sebuah kursi.
[kendarinews.com]
Kamis, 16 Mei 2013
DPK PKPI Depok targetkan 6 kursi DPR
Depok - Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Partai
Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Rudy Samin menargetkan enam
kursi legislatif di tingkat kota. Dia optimis mampu mencapai target
tersebut dengan kinerja yang sudah digencarkan sejak lama. DPK PKPI
Depok mendaftarkan 50 bakal calon legislatif (bacaleg) sesuai kuota
maksimal yang ditentukan partai.
Dari 50 bacaleg tersebut didominasi pula oleh kaum perempuan. Setidaknya ada 26 perempuan yang diikutsertakan sebagai bacaleg. Terdiri dari kalangan pengusaha, pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dari hasil verifikasi, saat ini ada lima bacaleg yang berkasnya harus dilengkapi.
"Mereka terkendala legalisir ijazah. Karena hanya legalisir di Dinas Pendidikan saja. Bukan di tempat asal mereka sekolah. Tapi semua sudah dalam proses perbaikan dan melengkapi," kata Rudy Samin di Depok, Jawa Barat, Rabu (15/05/2013).
Selain itu, masih ada beberapa orang yang masih melengkapi persyaratan pemeriksaan kesehatan. Agar para bacaleg dapat maju tanpa beban, pihaknya menggratiskan biaya pemeriksaan kesehatan. "Semua saya yang membiayai. Ini untuk kelancaran mereka juga dalam berkompetisi," ungkapnya.
Kendati demikian, Rudy berpesan agar caleg yang lolos nanti tidak mengingkari janji pada konstituen. Caleg dari PKPI, kata dia, tidak boleh menghindari pemilihnya. "Kalau itu terjadi maka akan langsung di-PAW kan," tegasnya mengingatkan.
Sejak saat ini, pihaknya berupaya melatih para bacaleg untuk mampu membaca kepentingan sosial. Serta mampu berkomunikasi dengan baik. "Kalau masyarakat tahu jadi bisa kenal. Jangan membeli kucing dalam karung," tutupnya.
[sindonews.com]
Dari 50 bacaleg tersebut didominasi pula oleh kaum perempuan. Setidaknya ada 26 perempuan yang diikutsertakan sebagai bacaleg. Terdiri dari kalangan pengusaha, pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dari hasil verifikasi, saat ini ada lima bacaleg yang berkasnya harus dilengkapi.
"Mereka terkendala legalisir ijazah. Karena hanya legalisir di Dinas Pendidikan saja. Bukan di tempat asal mereka sekolah. Tapi semua sudah dalam proses perbaikan dan melengkapi," kata Rudy Samin di Depok, Jawa Barat, Rabu (15/05/2013).
Selain itu, masih ada beberapa orang yang masih melengkapi persyaratan pemeriksaan kesehatan. Agar para bacaleg dapat maju tanpa beban, pihaknya menggratiskan biaya pemeriksaan kesehatan. "Semua saya yang membiayai. Ini untuk kelancaran mereka juga dalam berkompetisi," ungkapnya.
Kendati demikian, Rudy berpesan agar caleg yang lolos nanti tidak mengingkari janji pada konstituen. Caleg dari PKPI, kata dia, tidak boleh menghindari pemilihnya. "Kalau itu terjadi maka akan langsung di-PAW kan," tegasnya mengingatkan.
Sejak saat ini, pihaknya berupaya melatih para bacaleg untuk mampu membaca kepentingan sosial. Serta mampu berkomunikasi dengan baik. "Kalau masyarakat tahu jadi bisa kenal. Jangan membeli kucing dalam karung," tutupnya.
[sindonews.com]
Rabu, 15 Mei 2013
Optimis Sukses di Dapil II
PKPI Usung 6 Kader Terbaik
BOLMONG - Pertarungan
memperebutkan kursi DPRD Bolmong di Daerah Pemilihan (Dapil) II bakal sulit. Di
dapil yang meliputi Kecamatan Poigar, Bolaang Timur, dan Bolaang itu, pada
Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang bercokol banyak figur dan politisi
populis.
Namun begitu, Partai Keadilan Persatuan Indonesia
(PKPI) tak gentar. Di dapil tersebut, PKPI sangat optimis bisa merebut minimal
satu kursi DPRD pada pileg nanti. Hal itu ditegaskan salah seorang Bakal Calon
Legislatif (Bacaleg) PKPI dapil II, Lexi Lengkong.
“Kami optimis dalam menatap pileg 2014.
Kami yakin bisa merebut kursi,” kata Lexi, Senin (13/5) kemarin.
Politisi yang masih menjabat anggota DPRD Bolmong
itu menambahkan, optimisme itu didasari pada kwalitas calon yang diusung PKPI
di dapil tersebut. Ia yakin 6 (enam) calon termasuk dirinya (selengkapnya lihat
grafis,red) adalah figur yang dipercaya oleh rakyat, dan bisa bekerja
memperjuangkan kepentingan rakyat di parlemen.
“Ukuran paling utama untuk bisa dipilih rakyat
hanya itu, dan kami bacaleg dari PKPI menyadari hal itu, sehingga akan bekerja
keras di pileg mendatang,” ujarnya optimis.
Frendly Wuisan, warga Kecamatan Poigar mengaku,
dari Daftar Calon Sementara (DCS) seluruh partai politik yang ada di dapil II,
PKPI termasuk parpol yang mengedepankan kwalitas dan kemampuan figur ketimbang
finansial.
“Karena itulah figur yang diusung PKPI kami nilai
layak dipilih pada 2014 nanti,” pungkasnya.
[news.radartotabuan.com]
Perjuangkan Kesetaraan Gender
Widia Hartini; Bacaleg PKPI
WIDIA Hartini bakal calon anggota legeslatif (Bacaleg) Partai Keadilan dan Kesatuan Indonesia (PKPI) siap memperjuangkan kesetaraan gender di Kepahiang. Aktif di organisasi Dharmawanita Kepahiang, ibu rumah tangga kelahiran Kepahiang 14 juni 1975 ini siap mengemban aspirasi kaum hawa.
“Salah satu visi misi saya jadi caleg PKPI untuk menyamakan keseteraan gender di Kepahiang, salah satu caranya yakni dengan memajukan pendidikan dan hubungan sosial dimasyarakat,” ujar Widia.
Dikatakannya, dirinya tergabung dalam daerah pemilihan (Dapil) 2 Kepahiang yang mana dalam PKPI dirinya terdaftar sebagai Bacaleg dengan nomor urut 3. “Saya sudah dua kali menjadi caleg, harapan saya dalam susunan legeslatif hasil Pemilu 2014 mendatang ada keterwakilan perempuan yang memang memperjuangkan hak-hak perempuan di Kepahiang ini,” jelasnya.
[bengkuluekspress.com]
Langganan:
Postingan (Atom)










